Rano Alfath: Peningkatan Kepercayaan Publik Jadi Modal Polri Perkuat Profesionalisme dan Reformasi
Jakarta
– Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh Rano Alfath, memberikan apresiasi
atas meningkatnya tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap
kinerja Polri sebagaimana tergambar dalam hasil Survei Litbang Kompas.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan masyarakat mulai merasakan
perubahan positif dalam berbagai aspek pelayanan dan penegakan hukum
yang dilakukan institusi kepolisian.
Rano menilai kepercayaan
publik tumbuh karena adanya perbaikan yang dirasakan secara langsung,
mulai dari pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum, kehadiran
aparat di lapangan, hingga komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan
ketertiban.
“Capaian ini patut diapresiasi. Kepercayaan publik
tidak bisa dibangun hanya melalui narasi, tetapi harus dibuktikan dengan
kerja nyata yang konsisten. Ketika masyarakat mulai merasakan perubahan
dalam pelayanan, penegakan hukum, dan kehadiran negara melalui Polri,
maka kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Rano kepada
wartawan, Jumat (26/6/2026).
Lebih lanjut, Rano menyebut Komisi
III DPR RI mencermati sejumlah langkah yang telah dilakukan Polri, di
antaranya pemberantasan judi online, penanganan tindak pidana siber,
pemberantasan peredaran narkotika, penanganan tindak pidana perdagangan
orang (TPPO), hingga penguatan pelayanan publik berbasis digital.
Menurutnya, berbagai upaya tersebut perlu terus diiringi dengan komitmen
menjaga integritas institusi.
“Ketegasan terhadap oknum
merupakan pesan yang sangat penting bahwa tidak ada ruang bagi
penyalahgunaan kewenangan di tubuh Polri. Justru keberanian melakukan
penindakan terhadap anggota sendiri menjadi bagian dari upaya membangun
institusi yang profesional, bersih, dan dipercaya masyarakat.
Akuntabilitas adalah fondasi utama penegakan hukum,” katanya.
Ia
juga menilai pengesahan perubahan Undang-Undang tentang Polri menjadi
momentum penting untuk memperkuat kelembagaan kepolisian dalam
menghadapi dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang.
Menurutnya, penguatan regulasi harus dibarengi dengan meningkatnya
tanggung jawab kepada masyarakat.
“Penguatan kelembagaan harus
dimaknai sebagai penguatan tanggung jawab kepada masyarakat. Semakin
besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula tuntutan untuk
bekerja secara profesional, transparan, dan berintegritas. Kepercayaan
publik merupakan modal terbesar Polri yang harus dijaga melalui
konsistensi reformasi dan pelayanan yang semakin berkualitas,” katanya.
Rano
menegaskan Komisi III DPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap
upaya penguatan institusi kepolisian. Ia berharap tren positif berupa
meningkatnya kepercayaan publik tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi
juga terus ditingkatkan melalui kinerja yang semakin baik.
“Ke
depan, saya berharap tren positif ini tidak hanya dipertahankan, tetapi
terus ditingkatkan. Polri harus semakin hadir sebagai institusi penegak
hukum yang profesional, presisi, humanis, responsif, serta mampu
memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,”
ujarnya.

Komentar
Posting Komentar